Wednesday, February 5, 2014

Naskah Pidato untuk Remaja


(saya harap teman-teman bisa mengubah sendiri sesuai kondisi teman2)
Tanpa Kamu, Hidupku Tak Ada Apanya.
      Assalamualaikum wr.wb
Teman-teman dan kakak-kakak yang saya hormati,
Saya disini akan membawa sebuah pidato yang berjudul.Tanpa Kamu, Hidupku Tak Ada Apanya.
Mungkin, ketika saya membacakan judulnya, teman-teman sekalian akan bertanya, Maksudnya apa sih?Nah, saya disini akan berusaha untuk menjelaskan maksud saya membawa judul tersebut.
Tentu saja, disini kita memiliki banyak pendapat tentang siapa sih, orang yang dimaksud? Begitu pula dengan saya.Ketika saya berkata seperti ini saya akan merincikan, siapa sih sih ‘kamu’ dalam judul tadi?Yang pertama, tentu saja kita tahu ciri-cirinya tanpa orang itu, hidup kita jadi terasa hampa.Tanpa orang itu, kita jadi merasa hidup kita tak ada gunanya.
Ciri kedua dari orang tersebut, orang itu dekat dengan kita, dan kita dapat mengajaknya bercanda, dan lain-lain.Nah, dari kedua ciri ini, kita tentunya punya banyak pendapat tentang sosok tersebut. Namun, yang pasti kalian akan setuju kan, kalau saya menjadikan si kamu itu adalah Orangtua kita?
Teman-teman dan kakak-kakak yang saya banggakan,
Orangtua kita,  merupakan orang yang telah melahirkan kita, membelai kita dengan cintanya, menjaga kita dengan taruhan nyawanya, dan juga yang telah memberi kita harapan awal dihidup kita.Apa harapan awalnya?
      Yaitu nama kita sendiri. Sangat jarang terjadi orang tidak diberi nama oleh orangtuanya.Bahkan, mungkin tak ada.Karena, nama yang diberi orangtua kita bisa jadi merupakan harapan awal yang telah membuat kita seperti ini.
      Contohnya, telah lahir seseorang yang memiliki tubuh kerdil dan kurus.Melihat keadaannya tersebut, si Ayah bertanya “Bu, anak kita telah lahir, nama ap yang akan kita beri?”.Si Ibu pun kemudian melirik sejenak ke si bayi, lantas tersenyum dan berkata “Ali Akbar, Tinggi dan Besar.Dia akan jadi orang yang gagah perkasa..”.Begitulah seorang ibu memberi kita harapan.
            Yang kedua, cinta besar yang diberi oleh orangtua.Hal ini pun tak dapat kita pungkiri kebenarannya.Bahkan, kita mendukung penuh kebenaran tersebut.Hal ini dapat saya buktikan ketika saya membaca sebuah novel lama yang tersimpan digudang.
      Salah satu kutipannya adalah,’Ketika aku mulai tertawa dan berniat menggoda Ayah dan Ibuku, aku pun berkata”Bu, memangnya ada yang bisa membuat Ayah dinomor duakan?”Tanyaku sambil tersenyum menggoda.Bukannya Ibu, Ayahkulah yang menjawabnya.”Nak, tentu saja ada.Sejak kamu ada, Ayah jadi nomor dua nak.Ya, kamu lah yang bisa nak”Raut muka Ayahku saat itu, tak dapat kulupakan’.
            Nah, walupun novel itu fiksi namun itu ada benarnya bukan?Yang ketiga,
Perlindungan yang mempertaruhkan nyawa.Hal ini, sudah sering terjadi, sangat sering malahan.Bahkan, hal ini sudah terjadi sebelum kita lahir. Dimana ketika orangtua kita gugup dan takut untuk melahirkan kita, karna rasa sakit yang tak ada lagi rasa sakit diatasnya.Ibu kita akan terus berusaha untuk melahirkan kita, walau beliau tahu bahwa satu kakinya telah ada di alam kubur sana.
      Yang keempat, ketika orangtua kita mepertaruhkan hartanya kepada kita.Yang ini, sangat sering terjadi dikalangan kita, anak muallimin sebagai pelajar jauh.Maka dari itu, kita semua juga pasti telah tahu bagaimana bentuk pemberian orangtua kita yang satu ini.Saya juga yakin, banyak diantara Ayah kita yang ketika memasukkan kita kesini, beliau pasti mengkhawatirkan uang yang telah susah payah dicari olehnya.Namun, kenapa kita masih dimasukkan kesini?Karena, beliau yakin, kita lah yang akan membuat uang itu menjadi semakin berkah.
      Nah apakahkebaikan orangtua kita segitu besarnya?Segitu ya, pengorbanan orangtua kita?TIDAK.Saya katakan sekali lagi, Tidak.Pengorbanan orangtua kita jauh diatas bayangan kita, jauh lebih besar dari yang kita pikirkan.Dan, tak mungkin pula kita membalasnya.Maka dari itu, saya harap dengan pidato saya kali ini, dapat membuat kita sadar akan betapa berat beban yang harus kita jalani untuk membalas kebaikan orangtua kita.Dan tahukah sobat apa yang ditunggu-tunggu oleh orangtua kita?Menurut saya, orangtua kita sangat menantikan saat ketika kita masuk berjalan bersama mereka, dipintu surga nanti.

Sekian wassalamualaikum wr.wb

0 comments:

Post a Comment